![]() |
| Sumber: google.com |
Prancis tampaknya akan menunda pelelangan spektrum 5G
setidaknya hingga Maret 2020. Tiga bulan lebih lambat dari jadwal sebelumnya
yang rencananya dimulai pada akhir tahun ini.
Penundaan tersebut ditengarai adanya ketidaksepakatan antara
Kementerian Keuangan Prancis dan Otoritas Telekomunikasi, Arcep, mengenai
ukuran spektrum yang dilelang dan harga dasar pelelangan, seperti dilansir dari
Reuters, Selasa (19/11/2019).
Salah seorang narasumber yang dekat dengan masalah tersebut
mengatakan ada pembicaraan yang akhirnya menunda proses hukum untuk memberikan
hak penggunaan gelombang radio 5G.
Frekuensi yang dipermasalahkan tersebut sebelum telah
direncanakan untuk digunakan oleh operator telekomunikasi untuk mengembangkan
jaringan generasi baru tersebut.
Layanan 5G sendiri baru tersedia di sembilan negara Eropa,
termasuk Spanyol, Inggris, Irlandia, Jerman, dan Italia. Hal tersebut pun
menjadikan Prancis sebagai negara besar Eropa yang mengadopsi teknologi
jaringan 5G paling terakhir.
Pelaku industri telekomunikasi Prancis mengatakan kehadiran
5G akan memungkinkan unduh data 10 kali lipat lebih cepat dari jaringan 4G.
Selain itu kemungkinan terjadinya gangguan koneksi internet pun jauh lebih
kecil.
Sumber: akurat.co

Tidak ada komentar:
Posting Komentar