Rabu, 18 Desember 2019

Posisi Achmad Baiquni Tak Berubah Usai RUPSLB

Sumber: google.com


Sebelum BNI menggelar RUPSLB, Bank Mandiri dan Bank BTN sudah menggelarnya terlebih dahulu, hampir semua jajaran mengalami perombakan.

Untuk BNI sendiri, juga merombak susunan pengurus PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI, anggota indeks Kompas100). Perombakan tersebut diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) hari ini, Jumat (30/8).

Posisi Direktur Utama BNI tidak berubah dan tetap dijabat Achmad Baiquni. Namun, RUPSLB BNI mengangkat Ario Bimo sebagai Direktur Keuangan BNI menggantikan Anggoro Eko Cahyo.

Sebelumnya Ario menjabat Kepala Cabang Luar Negeri BNI Tokyo.
Adapun Anggoro digeser menjadi Direktur Konsumer BNI. "RUPSLB juga memberhentikan dengan hormat Catur Budi Harto sebagai Direktur Bisnis UMKM dan Jaringan BNI," kata Ario usai RUPSLB, Jumat (30/8).

Posisi Catur diisi Tambok PS Simanjuntak yang semula menjabat sebagai Direktur Konsumer. Sementara Rico Budidarmo bertukar posisi dengan Bob Tyasika Ananta.
Sedangkam di susunan komisaris, RUPS memberhentikan Marwanto Harjowiryono sebagai komisaris dan mengangkat Askolani sebagai komisaris yang baru.

Berikut susunan pengurus baru BNI:

Dewan Komisaris
Komisaris Komisaris Utama: Ari Kuncoro
Wakil Komisaris Utama : Hambra
Komisaris : Ratih Nurdiati
Komisaris : Askolani
Komisaris : Revrisond Baswir
Komisaris : Joni Swastanto
Komisaris : Pataniari Siahaan
Komisaris : Ahmad Fikri Assegaf
Komisaris : Sigit Widyawan.

Dewan Direksi
Direktur Utama: Achmad Baiquni
Wakil Direktur Utama : Herry Sidharta
Direktur Bisnis Korporasi: Putrama Wahju Setyawan
Direktur Bisnis Konsumer: Anggoro Eko Cahyo
Direktur Bisnis UMKM dan Jaringan: Tambok PS Simanjuntak
Direktur Tresury dan Internasional: Bob Tyasika Ananta
Direktur Keuangan: Ario Bimo
Direktur TI dan Operasi: Dadang Setiabudi
Direktur Hubungan Kelembagaan: Adi Sulistyowati
Direktur Managemen Risiko: Rico Rizal Budidarmo
Direktur Human Capital dan Kepatuhan: Endang Hidayatullah



Perombakan Yang Terjadi Tak Mengeser Kedudukan Achmad Baiquni Sebagai Dirut BNI

Sumber: google.com


RUPSLB PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) belum lama diselenggarakan, setelah sebelumnya Bank Mandiri dan Bank Tabungan Negara melakukannya juga.

Dalam RUPSLB PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) itu, susunan direksi dan komisaris perseroan diubah. Namun, Achmad Baiquni masih ditetapkan sebagai Direktur Utama BNI.

Adapun pergantian susunan pejabat BNI ialah, satu direktur yakni Ario Bimo menggantikan Catur Budi Harto yang diberhentikan. Ario Bimo sebelumnya General Manager (GM) BNI Cabang Tokyo, Jepang. Selain itu juga ada perombakan jabatan Direktur, meskipun mayoritas wajah lama di BNI masih bertahan.

"Kemudian (RUPSLB) memberhentikan dengan hormat saudara Catur Budi Harto dari jabatan sebagai direktur bisnis usaha mikro kecil dan menengah," kata Direktur Keuangan BNI Ario Bimo yang baru saja diangkat, di Jakarta, Jumat (30/8/2019).

Sementara itu di jajaran komisaris ada pergantian Marwanto Harjowiryono yang dipindahkan menjadi Komisaris Bank BTN, digantikan oleh Askolani, Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan. Sebelumnya Askolani adalah Komisaris Bank Mandiri yang digantikan oleh Rionald Silaban, dari Kementerian Keuangan.

Berikut jajaran direksi BNI setelah RUPSLB:

Direktur Utama: Achmad Baiquni
Wakil Direktur Utama: Herry Sidharta
Direktur Keuangan: Ario Bimo
Direktur Bisnis Korporasi: Putrama Wahju Setyawan
Direktur Treasury & Internasional Banking: Bob Tyasika Ananta
Direktur Hubungan Kelembagaan: Adi Sulistyowati
Direktur Management Risiko: Rico Budiarmo
Direktur Bisnis UMKM & Jaringan: Tambok P.S Simanjuntak
Direktur Bisnis Konsumer: Anggoro Eko Cahyo
Direktur Teknologi Informasi & Operasi: Dadang Setiabudi
Direktur Human Capital & Kepatuhan: Endang Hidayatullah


Kasus Pembobolan Yang Terjadi di BNI Ambon Tak Akan Pengaruhi Harga Saham

Sumber: google.com

Kasus pembobolan dana bank 46 Cabang Bank BNI Ambon sejumlah Rp 58,9 miliar oleh terduga pelaku Faradiba Yusuf dan kroninya dianggap tak mempengaruhi langsung harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) secara nasional. Sebab di bursa efek melihat skala perusahaan BNI. Dimana yang terjadi masih sebatas masalah di cabang. Hal itu diakui kepala BEI perwakilan Maluku Alberto Dachi.

“Kalau berkaca dari kasus BNI Ambon ini sebenarnya secara nasional tidak ada permasalahan atau pengaruh langsung. Karena di bursa efek kan kita lihat skala perusahaan BNI-nya dan dari bursa efek belum ada urgensi untuk haruskah minta penjelasan langsung dari BNI 46 atau apa. Ini mungkin masalahnya masih sebatas di cabang jadi dari sahamnya sendiri tidak ada masalah,” tukas Berto.

Kalau harga saham turun diakui Berto, lebih ke sektoral. Sebab beberapa saham perbankan secara umum ini memang lagi turun harga sahamnya. Tapi kalau BNI secara spesifik mungkin dari kasus yang ada tidak secara langsung berpengaruh ke pergerakan harga saham.

“Mungkin lebih ke keadaan saja. Kondisi ekonomi itu kan kemarin sempat ada penurunan suku bunga juga gitu kan, mungkin secara jangka pendek di sektor perbankan lagi sedang turun tapi nanti biasanya secara jangka panjangnya khan bisnisnya akan pulih lagi,” ungkapnya.

Dirinya lantas menghimbau kepada para investor agar jangan terlalu panik menanggapi berita-berita seperti yang kasus pembobolan 46 Bank BNI Ambon karena tidak terkait harga saham. Kalaupun ada permasalahan apapun, dari bursa efek pasti akan meminta penjelasan langsung kepada BNI pusat.

“Tidak ada pengaruh secara signifikan baik penurunan atau peningkatan, masih normal-normal saja karena kita kan pergerakan sektornya beda, pasar modal dan perbankan. Jadi investor tidak usah panik lah. Sampai sekarang nggak ada urgensi seperti itu bahkan tidak ada suspensi perdagangan saham dan lainnya. Karena ini sifatnya mungkin lebih ke permasalahan di cabang. Kalau investor yang punya saham anjurannya jangan terlalu panik berlebihan menanggapi. Tetap tenang, sebab semua aman,” tutupnya.



Dana Nasabah Tetap Aman, BNI Menegaskan Nasabah Tak Perlu Khawatir Untuk Menyimpan Uang di BNI Ambon

Sumber: google.com

Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menegaskan bahwa dana nasabah di cabang bank tersebut di Ambon tetap aman. Nasabah dan masyarakat tidak perlu khawatir untuk tetap bertransaksi di Bank BNI Ambon.

Direktur Bisnis Korporasi BNI Putrama Wahju Setyawan menuturkan, sehingga tidak dapat mempengaruhi kondisi BNI secara umum. Nasabah dan masyarakat umum tidak perlu khawatir untuk tetap bertransaksi dan menyimpan dananya di BNI Ambon.

Menurut Putrama yang akrab disapa Iwan, terdapat beberapa faktor yang menjadi sebab nasabah tidak perlu khawatir dengan BNI, yaitu pertama, operasional layanan perbankan di Bank BNI Ambon tetap berjalan normal, termasuk di seluruh outlet yang berada di bawah koordinasi Kantor Cabang Utama Ambon. Kedua, kepercayaan sebagian besar nasabah tetap terjaga dibuktikan jumlah transaksi masuk (menabung) lebih besar dibandingkan jumlah transaksi keluar.

Ketiga, BNI tetap berkomitmen menjaga ketersediaan uang tunai yang dapat digunakan masyarakat melalui berbagai channel, termasuk mesin ATM selama 24 jam sehari 7 hari seminggu.

"Pelanggaran yang terjadi di Ambon adalah kasus yang memiliki dampak minimal terhadap operasional dan ketersediaan dana di BNI. Kasus ini sudah dalam proses penyelidikan pihak Kepolisian sehingga diharapkan dapat mempercepat proses pengungkapannya," ujar Putrama dalam keterangan resminya, Sabtu (19/10/2019).

Hasil investigasi mengidentifikasi kondisi yang tidak wajar, yaitu terdapat dugaan adanya sindikat yang menawarkan investasi yang tidak wajar. Dimana FY, yang merupakan bagian dari sindikat, mengumpulkan dana dari para investor dengan dijanjikan imbal hasil yang cukup besar untuk berbisnis.

Para penerima aliran dana disinyalir adalah para pemilik modal yang seolah- olah menerima pengembalian dana dan imbal hasil dari oknum, padahal dananya berasal dari hasil penggelapan dana bank. Nilai dana yang digelapkan FY berdasarkan temuan hasil pemeriksaan internal mencapai sekitar Rp58,95 miliar.

Berdasarkan hasil temuan internal tersebut BNI mengambil tindakan segera dengan melaporkan kejadian ini kepada pihak Polda Maluku untuk mengungkap dan menuntaskan kasusnya, serta mengupayakan recovery dana BNI yang digelapkan oleh sindikat.

Salah satu potret yang dapat menunjukkan kinerja BNI Ambon memuaskan dapat dilihat dari kinerja Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun di seluruh Outlet yang berada dibawah koordinasi Kantor Cabang Ambon. Ini juga bukti dari animo masyarakat Ambon untuk menabung dan menggunakan layanan transaksi digital (digital service transaction) BNIyang cukup tinggi.

Data per September 2019 menunjukkan bahwa DPK yang dihimpun di Ambon dan sekitarnya tumbuh sebesar 20,06% secara Year on Year (YoY) dibandingkan DPK yang terkumpul selama tahun 2018. DPK yang tumbuh merupakan salah satu indikator penting dalam mengukur kepercayaan masyarakat terhadap BNI. Tak hanya itu, DPK BNI tersebut sebagian besar karena ditopang oleh pertumbuhan tabungan dan giro yang merupakan sumber dana murah. BNI mencatat bahwa di Ambon dan sekitarnya terjadi pertumbuhan tabungan dan giro masing-masing sebesar 19,99% dan 27,96% secara year on year (YoY).

Tidak hanya meningkatkan pelayanan perbankan. BNI juga hadir di Ambon dan sekitarnya dengan beragam dukungan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara langsung. Dukungan tersebut antara lain adalah Desa Wai, Desa Liang, Kabupaten Seram Bagian Barat, BNI menyalurkan bantuan bagi Korban gempa berupa Sembilan bahan makanan pokok (Sembako) dan perlengkapan kedaruratan (seperti selimut hingga makanan bayi).

Hal yang sama dilakukan BNI di Saumlaki, Maluku Tenggara Barat. Di sini BNI menyalurkan 1.000 paket sembako untuk masyarakat yang kurang beruntung bekerjasama dengan Kodam. Tidak tertinggal di bidang pendidikan, BNI juga menyalurkan bantuan renovasi untuk taman kanak-kanak dan Sekolah Dasar Rutong di Kota Ambon.


Sumber: Ekbis.sindonews.com

Minggu, 01 Desember 2019

Bagi Kamu Pecinta Minuman Manis, Yuk coba Teguk!

Sumber: google.com


Di Indonesia, demam minuman thai tea sedang merajai dan jadi tren. Beberapa gerai yang berkonsep menjual thai tea pun juga banyak dijual tidak hanya di mal, namun di pinggir jalanpun juga banyak, bahkan harganya lebih murah.

Salah satunya yaitu Teguk. Gerai yang menjual aneka minuman thai tea, green tea, dan milk tea ini menyajikan minuman kekinian yang ramah dompet.

Berkesempatan mencicipi salah satu minuman Teguk, AkuratKuliner pun memilih menu original thai tea. Minuman ini merupakan salah satu andalan Teguk yang banyak dibeli para pecinta minuman manis.

Setelah pesanan datang, kami tak sabar untuk mencicipinya. First impression kami, ternyata warna thai tea-nya lebih pekat dan oranye sekali. Es batunya juga sedikit, jadi isi minumannya pun penuh, nggak pelit.

Untuk rasa, menurut kami mirip dengan teh tarik yang terkenal di Malaysia. Campuran susu kental manis dan carnationnya pun sempurna, namun rasanya tidak begitu strong. Justru, tersamar dengan campuran bubuk thai tea-nya.

Tapi, untuk rasa thai tea-nya memang terlalu manis dan sepertinya kurang cocok bagi Kamu yang tidak suka minuman manis yang terlalu 'mahteh'. Lalu, after taste thai tea-nya memang berasa sekali, dan seperti 'nyangkut' di tenggorokan, atau manisnya meninggalkan jejak.

Tapi, after all thai tea ini memang sangat manis dan sepertinya cocok untuk orang Indonesia yang doyan manis-manis. Untuk harga, memang sangat terjangkau sekali hanya Rp8 Ribu saja hausmu hilang.




Sumber: akurat.co

Kontroler Stadia Segera Mendukung Nirkabel untuk Ponsel dan Laptop

Sumber: google.com


Daftar Google Store mengungkapkan bahwa kontroler Stadia akan mendapatkan dukungan nirkabel untuk laptop, desktop, ponsel, dan tablet pada tahun 2020, tetapi tidak mengumumkan tanggal peluncurannya

Melansir GulfNews, fungsionalitas nirkabel untuk kontroler Stadia adalah fokus besar karena menggunakan WiFi bawaan untuk langsung terhubung ke server Stadia ketika pengguna bermain gim. Artinya, akan dapat mengurangi input lag.

Sementara itu, Stadia mendukung kontroler pihak ketiga dari Microsoft Xbox, Nintendo Switch, dan Sony PlayStation. Sebagian besar dapat dipasangkan melalui Bluetooth ke ponsel Pixel dan laptop/desktop untuk gameplay tanpa kabel.

Raksasa teknologi tersebut bulan lalu meluncurkan layanan berlangganan gim Google Stadia dengan 22 judul gim.

Saat ini, terdapat 12 judul yang ada di Google Stadia. 12 gim tersebut di antaranya, Assassin's Creed Odyssey, Destiny 2: TheCollection, GYLT, Just Dance 2020, Kine, Mortal Kombat 11, Red Dead Redemption 2, Thumper, Tomb Raider: Definitive Edition, Rise of the Tomb Raider, Shadow of the Tomb, Raider: Definitive Edition serta Samurai Shodown.




Sumber: akurat.co

Pada Q3 2019, Pendapatan Xiaomi Tembus Rp100 Triliun

Sumber: google.com


Xiaomi mengklaim pendapatan perusahaannnya meningkat pada kuartal ketiga (Q3) 2019. Hingga 30 September 2019 tercatat vendor asal Tiongkok itu berhasil meraup 7,63 miliar dolar AS atau setara dengan Rp107 triliun.

Divisi Internet Of Things (IoT) dan juga Smarthome Xiaomi disebut mengalami penguatan pada Q3 2019. Namun divisi ponsel pintarnya justru mengalami sedikit penurunan.
  
Meski begitu, penjualan ponsel menjadi penyumbang terbesar pendapatan Xiaomi dengan total 4,59 miliar dolar AS. Angka tersebut turun sekitar 7,8 persen secara Year on Year, seperti dilansir GSM Arena, Minggu (1/12/2019).

Vendor Tiongkok tersebut mengklaim berhasil mengirimkan 32,1 juta ponsel sepanjang Q3. Menempatkannya di posisi keempat secara global dengan pangsa pasar 9,2 persen dalam laporan Canalys.

Perangkat IoT dan elektronik lainnya tercatat menyumbang 2,22 miliar dolar AS dari total pendapatan. Meningkat signifikan hingga 44,4 persen dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun lalu.

Sementara untuk TV dan laptop Xiaomi hanya menghasilkan 823 juta dolar AS. Meski begitu angka tersebut naik 36,5 persen secara Year-on-year.

Di sisi lain, langkah ekspansi global Xiaomi juga terlihat mulai membuahkan hasil. Pihaknya menyebut pendapatan luar negeri untuk Q3 2019 naik 17,2 persen.

Adapun laba bersih Xiaomi selama sembila bulan pertama pada 2019 telah mencapai angka 1,3 miliar dolar AS. Pihaknya mengklaim angka tersebut tumbuh hingga 37,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.




Sumber: akurat.co

Ternyata Toner Serum dan Essence Berbeda, Yuk! Kenali Perbedaannya

Sumber: google.com


Toner, serum dan essence menjadi tiga nama yang mungkin sering kamu dengar sebagai rangkaian skincare untuk perawatan kulit terkini agar mendapatkan kulit bercahaya.

Dari ketiga skincare tadi, tidak sedikit orang masih menganggap satu sama lainnya sama karena teksturnya terlihat sangat mirip. Padahal, Toner, serum dan essence merupakan skincare yang sangat berbeda.

Agar dapar mengenalinya lebih jauh, berikut penjelasan dr. Shita Damayanti, ketika dihubungi AkuratTren, Minggu, (1/12).

"Toner itu cairan yang fungsinya mengembalikan PH (potential hydrogen) kulit wajah kembali normal dan memberi kelembapan kulit. Toner digunakan setelah mencuci wajah atau double cleansing," jelasnya.

Tekstur Toner sendiri sangat ringan seperti air, yang mana hal itu membantu untuk penyerapan lebih cepat ke kulit. Pada umumnya, toner memiliki kandungan seperti glycerin, hyaluronic acid, aloe vera, atau ekstrak tanaman lain yang memiliki manfaat untuk melembapkan dan menahan kelembapan pada kulit.

Sementara itu, serum tidak jauh berbeda dengan Toner karena teksturnya juga cair, namun kandungan dan manfaatnya jelas berbeda.

Dikatakan dr. Shita, kandungan serum berisi vitamin, anti oksidan dan zat aktif lebih banyak serta molekul yang kecil, sehingga langsung menyerap dan memberikan proteksi terhadap kulit yang bermasalah dan tidak sehat.

Dan yang terakhir adalah essence yang berfungsi untuk memberi kulit terhidrasi.

Tekstur essence cenderung sedikit kental dibandingkan Toner dan serum. Pengaplikasian ketiga skincare tadi juga harus berurutan.

"Kalau urutan perawatannya itu pertama pakai Toner dulu, baru kemudian pakai essence. Setelah pakai essence baru pakai serum," tutup dr. Shita.




Sumber: akurat.co