![]() |
| Sumber: google.com |
CEO Snapchat Evan Spiegel menyatakan perusahaan akan
memeriksa fakta iklan politik di platformnya. Ia mengatakan Snapchat mencoba
"menciptakan tempat" untuk iklan dengan melibatkan kaum muda dalam
politik.
"Semua iklan kampanye akan diperiksa oleh tim khusus di
Snapchat," ujarnya kepada penyiar berita CNBC, Senin (18/11/2019).
Snapchat memang menerbitkan iklan catatan politik dan
advokasi yang dijalankan lewat platformnya. Menurut data dari 2019, kampanye
presiden yang telah membeli iklan di Snapchat di antaranya kampanye kandidat
presiden AS Joe Biden, yang telah menghabiskan 1.175 dolar AS untuk tiga iklan.
Kemudian kampanye kandidat presiden AS Pete Buttigieg, yang
telah menghabiskan 35.618 dolar AS untuk 39 iklan. Selain itu, juga kampanye
kandidat presiden AS Elizabeth Warren yang telah menghabiskan 27.192 dolar AS
untuk 42 iklan.
Pengumuman ini muncul ketika raksasa teknologi lainnya
menghadapi kritik atas kebijakan mereka menjelang pemilihan presiden AS tahun
2020.
Facebook mengatakan bahwa mereka tidak akan mengecek iklan
politik, sementara Twitter telah melarang iklan politik sama sekali.
CEO Facebook Mark Zuckerberg mengatakan platformnya akan
memperlakukan semua jabatan politisi sebagai "konten yang layak
diberitakan" yang harus "dilihat dan didengar".
Sejak itu perusahaan mendapat kecaman dari para politisi di
Washington. Sementara CEO Twitter Jack Dorsey mengumumkan bulan lalu bahwa
platform tersebut akan mencekal semua iklan politik dan bukannya memoderasi
mereka.
Sumber: akurat.co

Tidak ada komentar:
Posting Komentar