Selasa, 19 November 2019

Fakta Iklan Politik Akan Diperiksa Pihak Snapchat

Sumber: google.com


CEO Snapchat Evan Spiegel menyatakan perusahaan akan memeriksa fakta iklan politik di platformnya. Ia mengatakan Snapchat mencoba "menciptakan tempat" untuk iklan dengan melibatkan kaum muda dalam politik.


"Semua iklan kampanye akan diperiksa oleh tim khusus di Snapchat," ujarnya kepada penyiar berita CNBC, Senin (18/11/2019).

Snapchat memang menerbitkan iklan catatan politik dan advokasi yang dijalankan lewat platformnya. Menurut data dari 2019, kampanye presiden yang telah membeli iklan di Snapchat di antaranya kampanye kandidat presiden AS Joe Biden, yang telah menghabiskan 1.175 dolar AS untuk tiga iklan.

Kemudian kampanye kandidat presiden AS Pete Buttigieg, yang telah menghabiskan 35.618 dolar AS untuk 39 iklan. Selain itu, juga kampanye kandidat presiden AS Elizabeth Warren yang telah menghabiskan 27.192 dolar AS untuk 42 iklan.

Pengumuman ini muncul ketika raksasa teknologi lainnya menghadapi kritik atas kebijakan mereka menjelang pemilihan presiden AS tahun 2020.

Facebook mengatakan bahwa mereka tidak akan mengecek iklan politik, sementara Twitter telah melarang iklan politik sama sekali.

CEO Facebook Mark Zuckerberg mengatakan platformnya akan memperlakukan semua jabatan politisi sebagai "konten yang layak diberitakan" yang harus "dilihat dan didengar".

Sejak itu perusahaan mendapat kecaman dari para politisi di Washington. Sementara CEO Twitter Jack Dorsey mengumumkan bulan lalu bahwa platform tersebut akan mencekal semua iklan politik dan bukannya memoderasi mereka.



Sumber: akurat.co

Tidak ada komentar:

Posting Komentar