Selasa, 30 April 2019

Agar Lebih Nikmat Begini Cara Makan Mie Ala Korea

Sumber: Google
Indonesia merupakan salah satu negara yang mengikuti tren apapun mengenai Korea. Mulai dari budaya, kecantikan, fashion hingga kuliner otentiknya yaitu Ramyoen atau Ramyun.

Ini merupakan masakan mie kuah dengan rasa khas Korea yang kini mulai berkembang pesat di Indonesia. Ternyata, cara memasaknya pun berbeda dengan mie instan yang biasa di Indonesia. Beda halnya dengan mie Indonesia yang hanya tinggal dimasak lalu dimakan.

Masyarakat Korea punya cara tersendiri yang menarik dan bahkan saat ini mulai diikuti orang Indonedia. Chef Octavianus Arie, mengatakan, makan mie tidak hanya untuk mengenyangkan perut saja, tapi juga dalam makan mie pun ada seninya.

Dan ternyata cara memasak mie ala Korea juga tidak susah. Jika selama ini kamu memasak mie dengan tidak mencampurkan bumbu ke dalam air rebusan mie atau terpisah, itu dapat menghilangkan rasa khas yang ada pada mie tersebut. Di situ rahasia kelezatannya.

"Kayak kurang gurih. Kita sebutnya rasa umami. Adalah taste yang keluar dari makanan itu sendiri. Misal, mie dari gandum yang mengeluarkan rasa umami atau namanya zat patinya dan gluten yang keluar," katanya kepada AkuratKuliner di acara 'Nongshim Farmer's Heart' di Fairmont Hotel, Jakarta Selatan, Senin, (29/4).

Lebih lanjut, Octa mengatakan, semuanya itu tergantung pada konsumen. Mau cara Indonesia atau Korean style pun tidak masalah. Tergantung selera. Sama saja.

Orang Korea makan mie yang masih benar-benar panas, dan orang Indonesia belum bisa mengikuti cara itu.

"Kalau Korean style itu mereka makan panas-panas dan masih mendidih. Mereka terus makan dan itu adalah seni makan yang sebenarnya," tutup Octa.



Sumber: akurat.co

Senin, 29 April 2019

Ayo Bumil Perhatikan Ini Saat Bulan Puasa

Sumber: Google
Bulan Ramadhan tinggal menghitung hari. Bagi umat Muslim, menjalankan ibadah puasa merupakan salah satu kewajiban yang dijalankan selama satu bulan penuh, tak terkecuali bagi ibu yang sedang hamil.

Lalu bagaimana cara ibu hamil dapat menjalankan puasa?

Dr. Juwalita Suraprasi, M. Gizi, Sp. GK, spesialis Gizi Klinis dari Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, sudah menjelaskan kalau ada yang perlu diperhatikan ibu hamil saat menjalankan puasa yang tergantung trimenser (usia kandungan) sang ibu.

"Yang boleh puasa itu trimenser 2-3 jika kondisi memungkinkan dengan gizi yang baik dan tidak memiliki masalah kesehatan seperti hipertensi," katanya kepada AkuratHealth di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Senin, (29/4).

Maka, harus ada konsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis untuk melaksanakan puasa di bulan Ramadhan ini.

Lanjut Dr. Julawita, ibu hamil juga harus memikirkan kandungan kalori yang diterima tubuh, terutama dari mengkonsumsi makanan. Ibu hamil harus banyak mengonsumsi buah, sayur-sayuran, kacang-kacangan yang memiliki kalori tinggi.

Akan tetapi, ibu hamil juga harus tahu kondisi tubuh yang dialami semasa kehamilan. Jika sudah mengalami kondisi tubuh yang tak memungkinkan seperti sakit kepala, demam, muntah-muntah, gerak janin berkurang, tak diperkenankan untuk melanjutkan puasanya.

"Kalau sudah mengalami tanda-tanda tersebut, saya sarankan agar berhenti berpuasa demi kesehatan janin dalam kandungan," pungkasnya.




Sumber: akurat.co

Mie Instan Korea Halal? Wajib Coba Shin Ramyun

Sumber: Google
Demam Korea kini sudah mulai mendunia, dan termasuk di Indonesia. Tak heran kalau masyarakat Indonesia suka sekali dengan apapun tentang Negeri Gingseng tersebut. Mulai dari jamannya fashion, gaya rambut, make up, musik, wisata, budaya hingga kulinernya yang kini mulai masih masuk di Indonesia.

Seperti masakan Korea yang sudah banyak di kenal di Indonesia, Ramyeon atau biasa disebut juga Ramyun. Adalah hidangan mie kuah instan ala Korea yang biasa dikonsumsi oleh sebagian banyak masyarakat Korea. Mie instan ini sudah menyasar pasar Indonesia. Dengan salah satu merk ternamanya yaitu Shin Ramyun.

Produsen mie instan nomor satu di Korea, Nongshim, baru saja mengeluarkan lima varian rasa yang menjadi rasa ciri khas Korea. Dan, tentunya halal untuk dikonsumsi masyarakat Indonesia.

Marketing Director PT.  Sukanda Djaya, Martini Darmadi, mengatakan, lima varian ramyunnya yakni Shin Ramyun Spicy Mushroom, Shin Ramyun Shrimp,  Kimchi,  Neoguri Udon dan Korean Claypot Ramyun sudah bisa dinikmati.

"Tanpa ke Korea, kita bisa menikmati mie dengan rasa otentik dan juga halal," katanya kepada AkuratKuliner di acara 'Nongshim Farmer's Heart',  di Fairmont Hotel, Jakarta Selatan, Senin, (29/4).

Lantas apa bedanya dengan mie instan Korea dengan lainnya? Martini menjelaskan kalau Nongshim sudah berdiri sejak tahun 1986. Artinya, sudah 30 tahun memproduksi mie instan Korea yang sesungguhnya. Bahkan, Shin Ramyun juga sudah tersedia di 100 negara di dunia.

Jadi menurutnya, Shin Ramyun merupakan mie instan yang telah memenuhi semuanya. Baik rasa ataupun sertifikat halal yang sudah tercantum di kemasannya.

"Shin Ramyun punya rasa otentik yang tidak dimiliki mie Korea lainnya dan nomor 1 di Korea," jelasnya



Sumber: akurat.co

Festival Batik Nusantara 2019 Jadikan Motif Sumatera Sebagai Highlight Utama

Sumber: Google
Yayasan Batik Indonesia tahun ini telah kembali menggelar Gelar Batik Nusantara (GBN), dengan mengusung tema yang berjudul 'Lestari Tak Terbatas' dengan highlight utama ragam batik dari Sumatera.

Tema yang yang diangkat tersebut memiliki arti bahwa batik adalah warisan luhur, tak lagi berkonotasi kuno, melainkan menceritakan kebebasan, keceriaan dan kedinamisan. Acara ini juga ikut mempromosikan dan mengembangkan batik Indonesia.

Menurut Ginanjar Kartasasmita, Ketua Yayasan Batik Indonesia, pemilihan batik Sumatera untuk dijadikan highlight utama memiliki alasan tersendiri.

Malang Batik Heritage: Sejatinya Kita Kaya Budaya Lokal
"Batik banyak kita tahu berasal dari pulau Jawa saja, padahal Indonesia memiliki keragaman batik. Kita mulai dulu dari Sumatera, baru ke beberapa daerah lain. Kami ingin batik di seluruh provinsi mendapat perhatian dan bisa memperdalam dengan tradisi masing-masing," ucapanya Kepada AkuratTren di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta Pusat, Senin, (29/4).

GBN 2019 akan diselenggarakan pada 8-12 Mei 2019 di Main Lobby dan Assembly Hall, Jakarta Convention Center mulai pukul 10:00 WIB-21:00 WIB dengan biaya masuk 20 ribu rupiah saja.

Nantinya, akan ada sekitar 280 booth yang menampilkan beragam batik dari Sabang sampai Merauke. Tak hanya menawarkan ragam batik, akan ada juga program menarik untuk generasi milenial.

"Untuk menarik generasi milenial, ada program menarik seperti fashion show, kreatif corner, khusus 9 Mei pengujung gratis untuk masuk dan akan ada dorprise menarik yang akan diumumkan di akhir pameran," kata Wida D. Herdiawan, ketua panitia GBN 2019.

Spesialnya, akan ada peserta difabel dan dari komunitas autis yang akan memebri pesan bahwa batik adalah milik semua orang.

"Nanti selain ada pengrajin, akan ada peserta difabel dan dari komunitas autis nanti mereka akan ikut membatik. Ini langkah yang bagus sekali," lanjutnya.

Jadi, bagi kalian yang suka dengan batik wajib hadir di GBN 2019, karena banyak ragam batik khas dari Indonesia bisa kamu dapatkan.



Sumber: akurat.co

Anggota Kopassus Unjuk Kemampuan Fisik, Kini Banjir Pujian

Sumber: Google

Anggota militer yang sudah dipastikan mempunyai fisik yang prima. Kemampuan fisik yang baik tentu saja akan menunjang semua aktivitas berat yang biasa dilakukan oleh seorang anggota militer. Terlebih, jika menjadi seorang pasukan khusus sekelas Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat. Dengan tugas yang dikhususkan pula, maka fisik yang prima adalah wajib.

Sejak saat dahulu, Kopassus memang terkenal akan kemampuan fisiknya. Namun, video-video yang menampilkan kerennya kemampuan dan ketahanan fisik anggota-anggota Kopassus, selalu saja bisa membuat para masyarakat terasa terkagum-kagum. Seperti contohnya yang ada dalam video berikut ini.



Aksi pamer kemampuan fisik tersebut dilakukan oleh anggota Batalyon 812 Satuan 81  Kopassus  yang dipimpin oleh Mayor Eka Wira Dharmawan. Aksi tersebut terkenal dengan sebutan Spartan Komando atau Sparko. Latihan fisik yang intens adalah kuncinya.

Banyak warganet yang dibuat kagum oleh atraksi kemampuan fisik tersebut. Banyak dari mereka yang menyebut, bentuk dan kemampuan fisik pasukan Kopassus sungguh luar biasa.

"W disenggol dikit aja langsung mental dari sabang sampe merauke," tulis @donkerdots.

"Yang ingin merusak NKRI hadapi dulu salah satu dari mereka. Pilih sendiri lawannya..." tambah @deadly_hallows.

Kabar baiknya adalah, latihan tersebut kini dibuka untuk masyarakat luas, tentu saja dengan penyesuaian seperlunya.



Sumber: akurat.co